jelly_bahan_bakar

Jeli, Bahan Bakar Cerdas!

Bioetanol merupakan bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar yang berasal dari bumi. Bioetanol dapat di buat dari pengolahan sampah misalnya kulit pisang, dari kotoran sapi dan sebagainya. bioetanol yang di jual umumnya dalam bentuk cair. Tapi pernahkah anda mengetahui bioetanol dalam bentuk jeli? Lantas bagaimana cara membuatnya?

Bioetanol jeli merupakan terobosan baru yang lebih menawan. Ide yang dirilis oleh Ir. Himawan ini merupakan ide brilian yang dapat memudahkan para pengguna bioetanol. Begitu banyak kelebihan yang dimiliki oleh bioetanol jeli, sehingga memang tidak perlu diragukan lagi, pasalnya di luar negeri penggunaan bioetanol jeli sudah marak digunakan sejak tahun 2007. Misalnya di Johannesburg dan Afrika Selatan. Bioetanol jeli dalam penggunaanya tidak menimbulkan asap dan jelaga, sehingga tidak membuat wajan/panci menghitam dan tidak menimbulkan polusi udara. Menurut data WHO penggunaan bahan bakar minyak yang dapat menimbulkan asap, dapat menjadi penyebab penyakit paru-paru akut. Sekitar 1,5 juta wanita/tahun meninggal akibat penyakit ini.

Bioetanol memiliki nyala api biru, dengan daya bakar 200 gram, bioetanol jeli setara dengan 1 liter minyak tanah, jadi lebih hemat. Selain itu, bentuk kemasan yang tidak mudah tumpah, bioetanol jeli lebih mudah dibawa kemana-mana. Sangat cocok untuk pendaki gunung, penjelajah, dan sebagainya. Dalam pembuatannya, Ir. Himawan menggunakan bioetanol apkir untuk membuat bioetanol jeli. Bioetanol apkir memiliki bau dan warna kekuningan dengan kadar di bawah 96% dan titk bakarnya tidak <40%.

Untuk membuat bioetanol jeli dibutuhkan gelling agent pengental berupa tepung seperti kalsium asetat, xanthan gum, carbopol EZ-3 Polymer dan berbagai material turunan selulosa. Cara membuat bioetanol jeli adalah sebagai berikut:

  1. Siapkan asam asetat untuk bahan campuran, dengan dosis yang digunakan yaitu asam asetat 1-5%, kemudian dicairkan dengan air sebanyak 20% dari jumlah bioetanol.
  2. Siapkan bioetanol dengan kadar 70-85% dan kemudian di campur dengan asam asetat yang sudah dicairkan. Dengan rasio perbandingan 1:7.
  3. Kemudian tambahkan 5% natrium hidroksida, penyeimbang pH agar tingkat keasaman keasaman 5-6. Pada saat penambahan natrium hidroksida diaduk dengan kecepatan mengaduk 2500 rpm, menggunakan mixer. Untuk membuat 200 gram gel agar homogen (tercampur rata) dalam beberapa menit hingga menjadi gel.

Cara lain:

  1. Dengan menggunakan 0,55 Cabopol EZ-3 polymer dan ditambah air mineral sebanyak 23,9%
  2. Kemudian ditambah bioetanol 75%, kemudian diaduk pelan.
  3. Selama mengaduk panaskan 0,55% triisopropanolanine hingga leleh. Kemudian aduk dengan kecepatan tinggi menggunakan mixer.

Untuk memproduksi bioetanol jeli per liter membutuhkan biaya sebesar Rp. 3.250 – Rp. 3.500, dengan harga bioetanol Rp. 3.000/liter. Jadi lebih murah bukan dibanding dengan penggunaan minyak tanah? semoga informasi di atas dapat bermanfaat.

Sumber: majalah Trubus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>