Category Archives: Sains

wacana sains

Tahukah Kamu?

Tahukah kamu? Berbagai kejadian di dunia ini yang mungkin adalah kejadian yang sederhana, tetapi jika kita melihat dalam sudut pandang yang lain, maka itu akan menjadi hal yang luar biasa. Ingin tahu lebih lanjut? Mari kita simak bersama-sama fenomena sederhana yang menakjubkan.

1. Di mata hewan pisang berwarna biru
Anda pasti tahu buah yang di beri nama pisang, dengan nama ilmiah Musa sp. Pisang merupakan buah yang berkalori tinggi, memang tidak salah kalau pendaki lebih memilih pisang sebagai pengganti nasi. Menurut tim dari University of Insbruck Austria dan Columbia University New York, hewan melihat pisang berwarna biru. Hal in dimungkinkan karena hewan yang memakan pisang dapat melihat dengan jangkauan sinar ultraviolet. Dengan kemampuan tersebut hewan menangkap pendar warna biru akibat proses pecahnya klorofil dan menghasilkan konsentrasi kulit pisang seiring dengan pisang yang mulai matang. Dan bagi hewan tersebut warna biru menandakan bahwa buah pisang telah matang.

2. Energi petir
Tahukah kamu? Energi yang dilepaskan oleh satu sambaran petir lebih besar daripada yang dihasilkan oleh seluruh pusat pembangkit tenaga listrik di Amerika. Suhu pada jalur dimana petir terbentuk dapat mencapai 10.0000C. panas yang luar biasa ini berarti bahwa petir dapat dengan mudah membakar dan menghancurkan seluruh unsur yang ada di muka bumi. Perbadingan lainnya, suhu permukaan matahari tingginya 700.0000C. dengan kata lain, suhu petir 1/70 dari suhu permukaan matahari. Cahaya yang dikeluarkan oleh petir lebih terang daripada cahaya 10 juta bola lampu pijar berdaya 100 watt.

Sebuah sambaran petir berukuran rata-rata memiliki energi yang dapat menyalakan sebuah bola lampu 100 watt selama lebih dari 3 bulan. Sebuah sambaran kilat yang berukuran rata-rata mengandung kekuatan listrik sebesar 20.000 amp dibandingkan dengan sebuah las yang menggunakan 250-400 amp untuk mengelas baja. Kilat bergerak dengan kecepatan 150.000 km/detik, atau setengah kecepatan cahaya, dan 100.000 kali lebh cepat daripada suara kilatan yang terbentuk turun sangat cepat ke bumi dengan kecepatan 96.000 km/jam.

3. Dillenia si pohon yang menangis
Pasti suatu hal yang aneh ketika kita melihat topik di atas. Bagaimana mungkin pohon bisa menangis ketika di iris? Pohon Dillenia yang termasuk ke dalam kelompok pohon berkayu yang masuk ke dalam kelas Dilleniaceae ini memiliki serat yang memanjang dan tidak putus dari bawah hingga ujung batang. Penghisapan zat-zat makanan dari daun dan akar yang cukup kuat menyebabkan tekanan udara dalam serat pembuluh lebih kuat dari tekanan udara sekitar terlebih bila cuaca panas. Bila pohon digores atau di congkel udara dalam batang akan menekan keluar dan menghasilkan bunyi seperti tangisan ketika melewati pembuluh yang sempit. Tak hanya bunyi mendesis mirip tangisan, goresan di pohon juga diikuti dengan keluarnya getah pohon yang berwarna merah mirip darah.

Menarik bukan? Suatu hal mungkin sederhana jika kita melihatnya dengan sederhana, tapi tidak akan menjadi sederhana ketika kita mau mengenal lebih dekat. Ingin tahu lebih lanjut tentang fenomena menarik lainnya? Tunggu edisi “Tahukah Kamu?” berikutnya. Semoga semakin menambah wawasan kita.

Agonistik vs Altruistik

Tak ubahnya seperti manusia, hewan pun melakukan interaksi sosial. Secara umum perilaku sosial disefinisikan bahwa perilaku sosial adalah segala macam dari interaksi diantara sesama spesies yang melibatkan antara dua atau lebih individu organisme (umumnya hewan). Hal ini didasarkan adanya perilaku individu yang dilakukan karena perilaku individu itu sendiri dan perilaku individu yang dilakukan karena perilaku individu itu sendiri dan perilaku kelompok (group).

Perilaku sosial dapat pula terjadi karena interaksi anggota dari berlainan spesies. Ada perilaku sosial sebagai akibat dari kompetisi sering terjadi dalam dunia hewan, misalnya untuk memperebutkan sember makanan, tempat tinggal, dan sebagainya. Di dalam memenuhi kebutuhan hidupnya (makanan, tempat tinggal, pasangan, dan sebagainya), tak ubahnya seperti manusia, hewan pun berkompetisi atau bekerja sama untuk dapat memenuhinya, Agonistik vs Altruistik. Dengan berbagai motif. Apakah untuk dirinya? Atau tak sekedar untuk dirinya?

Salah satu dari perilaku hewan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya adalah perilaku agresif yang pada dasarnya dilakukan untuk dapat lulus hidup (agonistik), yang merupakan ritual yang memperlihatkan kekuatan dan keindahan (dapat berupa suara, tubuh, dan lain-lain). Seringkali pula terjadi perkelahian sehingg terjadi kematian. Perilaku agonistik terjadi pula untuk menarik pasangan kawinnya, banyak jenis burung jantan melakukan hal tersebut dengan mengeluarkan suara yang indah dan khusus, ada pula yang melakukan tarian dan mempertontonkan keindahan tubuhnya untuk menarik pasangannya.

Banyak hewan sosial yang melakukan kelangsungan hidupnya dengan memelihara adanya perilaku agonistik. Misalnya berbagai jenis ayam, apabila beberapa anak ayam yang tidak saling mnengenal ditempatkan bersama, maka akan melakukan respons dengan melakukan perkelahian kecil dengan saling mematuk. Hal ini dilakakan untuk menghindari sejumlah konflik, pada akhirnya akan terjadi suatu hirearki (dominasi hirarki), misalnya yang lebih tua akan mengontrol yang lebih muda.

Berbeda dengan perilaku agonistik, yang cenderung menomor satukan kepentingan individu atau kelompok. Di dalam kehidupan bersosial hewan, juga terdapat perilaku yang umum disebut dengan perilaku yang umum dikenal dengan perilaku “non egois” atau disebut dengan perilaku altruistik atau altruisme. Perilaku yang banyak dilakukan oleh hewan yang bejarkoloni. Individu yang melakukan perilaku ini tidak mendapatkan keuntungan, tetapi bahkan dapat mematikan dirinya. Akan tetapi perilaku ini dapat memberikan keuntungan bagi kelompoknya atau koloninya.

Sehingga eksistensi dari koloni tersebut masih terjaga. Agonistik ataupun altruistik merupakan perilaku yang dilakukan oleh hewan yang dalam pandangan manusia dipandang sebagai perilaku yang egois atau tidak, tapi periaku tersebut memang ada di dalam kehidupan sosial hewan, yang sekarang masih tetap ada dalam kehidupan sosial hewan, yang membuat hewan bisa mempertahankan eksistensinya. [Rafsa]

Sumber: Permana, A, Anggraeni berlian, etc. Biologi Untuk SMA Edisi Kedua. TOBI. Bandung

jelly_bahan_bakar

Jeli, Bahan Bakar Cerdas!

Bioetanol merupakan bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar yang berasal dari bumi. Bioetanol dapat di buat dari pengolahan sampah misalnya kulit pisang, dari kotoran sapi dan sebagainya. bioetanol yang di jual umumnya dalam bentuk cair. Tapi pernahkah anda mengetahui bioetanol dalam bentuk jeli? Lantas bagaimana cara membuatnya?

Bioetanol jeli merupakan terobosan baru yang lebih menawan. Ide yang dirilis oleh Ir. Himawan ini merupakan ide brilian yang dapat memudahkan para pengguna bioetanol. Begitu banyak kelebihan yang dimiliki oleh bioetanol jeli, sehingga memang tidak perlu diragukan lagi, pasalnya di luar negeri penggunaan bioetanol jeli sudah marak digunakan sejak tahun 2007. Misalnya di Johannesburg dan Afrika Selatan. Bioetanol jeli dalam penggunaanya tidak menimbulkan asap dan jelaga, sehingga tidak membuat wajan/panci menghitam dan tidak menimbulkan polusi udara. Menurut data WHO penggunaan bahan bakar minyak yang dapat menimbulkan asap, dapat menjadi penyebab penyakit paru-paru akut. Sekitar 1,5 juta wanita/tahun meninggal akibat penyakit ini. Continue reading

singa

Sang Kaisar Padang Rumput

Kaisar adalah gelar yang diberikan sebagai seseorang yang dihormati, dan disegani oleh yang lain. Terlebih lagi pada kekaisaran pada masa kerajaan, yang merupakan gelar untuk seorang yang memimpin suatu kerajaan. Yang semua keputusannya adalah aturan untuk semua orang. Lantas bagaiman dengan kaisar padang rumput, siapakah dia?

Kaisar padang rumput adalah sebutan untuk Phantera leo yang dikenal dengan sebutan singa. Kaisar satwa yang tidak hanya ditakuti oleh hewan lain ini pun seringkali membuat takut manusia. Kaisar yang menampakkan kenggunan, keberanian, keterampilan dan ketangkasan dalam bertarung dan memburu mangsanya yang dapat memberikan kesan untuk dihormati atau ditakuti.
Singa betina dengan langkah yang gemulai dianggap mempunyai daya tarik bagi singa jantan. Sedangkan singa jantan dewasa dengan jurai penuh yang menghiasi kepala dan lehernya dan bervariasi warnanya dari coklat keemasan hingga coklat tua, merupakan para raja dan kaisar di padang rumput. Continue reading

Si Raja Buah

Durian…. segudang pesona yang ditawarkan oleh buah ini, dari aromanya hingga rasanya. Buah yang mahsyur dengan sebutan buah surga ini menduduki peringkat pertama di kerajaan buah-buahan. Bagi anda penggemar buah durian, tak sungkan-sungkan mengacungkan 4 jempolnya. Buah yang identik dengan duri ini, pada umumnya memiliki ukuran sebesar buah semangka atau buah melon, tapi pernahkah anda melihat yang berukuran sebesar buah rambutan?. Penasaran bukan?

Durian seukuran buah rambutan, sangat kecil bukan, untuk ukuran buah durian pada umumnya. Durian yang banyak dijumpai di daerah aliran Sungai Mahakam, Kabupaten Kutai, Kalimantan timur ini merupakan durian yang langka. Tumbuhan yang senang tumbuh di lereng bukit hutan meranti yang banyak air, pada ketinggian 50-100 m dpl. Pohonnya bertajuk rindang, bercabang dan berdaun lebat. Continue reading

tolak-kondomisasi

Kondomisasi, Bisakah Mencegah Penularan HIV/AIDS?

Kondomisasi adalah program dari Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi. Program ini diluncurkan beberapa waktu setelah Bu Menkes dilantik. Dalam konferensi persnya beliau merencanakan melakukan pembagian kondom pada kalangan beresiko. Kalangan beresiko ini diantranya adalah pelajada dan mahasiswa. Keduanya dianggap beresiko karena perilaku yang marak dilakukan mereka yakni free seks. Alih-alih menyelesaikan masalah HIV / AIDS, Ibu Menkes justru mendorong perilaku asusila ini.

Di sisi lain kondompun disangsikan kemampuannya untuk mencegah masuknya HIV. Ini dikarenakan ukuran pori-porinya yang masih terlalu besar dibandingkan HIV. Pori-pori kondom dalam keadaan tidak meregang sebesar 1/60 mikron dan saat meregang 10 kali lebih besar ukurannya adapun ukuran virus HIV itu kira-kira sebesar 1/250 mikron. Dengan perbandingan ini maka keduanya ibarat mobil yang melaju di jalan tol. Tidak ada hambatan. HIV akan dengan mudah masuk dan menulari pemakai kondom.

Dengan realita ini maka jelas kondom bukanlah solusi jitu untuk mengatasi HIV / AIDS. Layaknya seorang dokter yang beritikad baik untuk menyembuhkan sang pasien, maka kita harus mencari dulu apa penyebab menularnya HIV / AIDS. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Surabaya bahwa penyebab utama penularan HIV / AIDS adalah free seks. Dari 62,7 persen pengidap HIV / AIDS di Kota Pahlawan, 89 % disebabakan perilaku free seks. Sehingga untuk memberantas HIV / AIDS bukannya dilakukan dengan kondomisasi yang jelas-jelas tidak mampu mencegah penularan virus HIV, tapi dilakukan dengan memberantas masalah free seks. Sayangnya tidak banyak kalangan yang memperhatikan penyebab utama ini, termasuk pemerintah. Pemerintah justru sibuk memasarkan kondom yang jelas-jelas mendorong terjadinya free seks.

dolly

Kloning dan Manfaatnya Untuk Manusia

Sebuah prestasi berhasil diraih oleh dunia kesehatan belakangan ini. Para ilmuwan berhasil mengungkap sebuah hukum alam pada sel-sel tubuh manusia dan hewan. Proses itu adalah kloning. Kloning berhasil menyingkap fakta bahwa pada sel tubuh manusia dan hewan terdapat potensi untuk mneghasilkan keturunan, jika inti sel tubuh yang diambil ditanamkan pada sel telur perempuan yang juga telah dihilangkan inti selnya. Belakangan ini kloning telah berhasil dilakukan pada tanaman dan hewan. Namun usaha belum berhasil dilakukan pada manusia. Kloning pada tanaman dan hewan bertujuan untuk memperbaiki kualitas keduanya, meningkatkan produktivitas, serta mencari obat alami untuk manusia sebagai pengganti dari obat-obat kimia yang dapat memberikan efek samping pada manusia.

Kloning sendiri merupakan teknik dalam proses menambah keturunan dengan kode genetik yang sama dengan induknya, baik pada tumbuhan, hewan maupun manusia. Kloning yang pernah berhasil dilakukan yakni pada hewan domba yang diberi nama Dolly. Proses kloning pada domba ini terjadi sebagai berikut. Pada awalnya sebuah inti sel diambil dari domba Dolly, yakni dari ambing (payudara)nya. Berikutnya sifat-sifat khusus yang dimiliki ambing dihilangkan dan inti tersebut dimasukkan pada lapisan sel telur domba setelah inti selnya dibuang. Sel telur ini kemudian ditanamkan pada rahim domba. Tujuannya agar bisa memperbanyak diri dan berkembang serta berubah menjadi janin. Setelah lahir domba ini memliki kode genetik yang sama dengan domba pertama yang menjadi sumber pengambilan sel ambingnya.

Proses kloning pada manusia mirip dengan proses yang terjadi pada domba Dolly. Namun hingga kini, Kloning pada manusia masih belum berhasil dilakukan. Bagi para ilmuwan keberhasilan kloning pada hewan adalah langkah pendahuluan bagi kloning pada manusia. Selama ini kloning pada manusia masih menjadi perdebatan di berbagai kalangan. Terlepas dari perdebatan yang terjadi, semoga para ilmuwan bisa dengan bijak melaksanaan kloning ini, agar bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya demi kemaslahatan manusia bukannya menimbulkan bencana.

benalu

Benalu, Si Parasit yang Berkhasiat

Tidak ada satupun yang sia-sia tercipta di muka bumi ini. Jika ada istilah sampah masyarakat, itu sesungguhnya hanya sebuah terminologi untuk manusia-manusia yang tidak menggunakan akal dan dirinya untuk berdaya guna untuk orang lain. Namun, bukan sampah masyarakat yang akan dibahas dalam tulisan ini, melainkan tentang tumbuhan yang selama ini sering dianggap sebelah mata karena hidupnya yang hanya menumpang pada tumbuhan lain. Semua pasti tahu tumbuhan Benalu.

Benalu bernama latin Loranthus Spech.div. Di kalangan orang-orang Jawa terkenal dengan sebutan Kemladean, sementara di Sumatra biasa dikenal dengan sebutan Pasilan. Meskipun penyebutannya berbeda, namun secara jenis tumbuhan sama.

Continue reading

toksik

Rekam Jejak Toksikan

Keracunan suatu bahan kimia tergantung pada pengaturan dosis, apakah pada dosis tinggi atau dosis rendah. Dalam hal distribusi toksik, absorbsi, metabolisme, hingga ekskresi toksikan, akan memeperjelas pengertian tentang konsep dosis, adalah bukan pengaturan dosis bahan kimia, tetapi lebih pada konsentrasi racun kimia pada tubuh. Konsentrasi racun dalam tubuh tergantung pada sifat kimianya, yang dapat diketahui melalui proses absorbsi, distribusi, biotransformasi, dan ekskresi.

Kebanyakan bahan kimia waktu mengalir melalui proses absorbsi, distribusi, biotransformasi, dan ekskresi ditunjukkan oleh adanya bahan kimia kinetik dan sering di sebut Pharmacokinetics dan atau toxicokinetics.

Continue reading

diamond-dust

Diamond Dust, Apakah Batu Berlian?

Berkilauan dan bertebar di udara, semburatkan kilauan indah, yah dimond dust! Fenomena alam yang pernah di singgung dalam serial film detective Conan movie 15, Quarter of Silence. Jika anda termasuk penggemar anime ini, pasti pernah menyaksikan sebagian adegan dari film anime ini. Diamond dust, ternyata bukan karangan belaka lho…ternyata ini adalah salah satu fenomena alam yang menakjubkan, yang benar-benar terjadi di kenyataan.

Dimond dust alias debu berlian, merupakan fenomena meteorologika yang terjadi pada daerah dingin, sangat dingin, kisaran suhu untuk mendukung fenomena meteorologi menawan ini adalah pada titik -390C jauh lebih rendah dari titik bekunya yaitu 00C. Fenomena diamond dust adalah fenomena yang hanya terjadi pada daerah bertemperatur rendah, seperti di Antartika dan Arktik, tetapi dapat terjadi di mana saja dengan syarat suhu di bawah titik beku. Fenomena diamond dust atau debu berlian yang terjadi di daerah kutub ini, dapat terus berlangsung selama beberapa hari tanpa henti. Continue reading